Kamis, 26 Maret 2015


Ayo wujudkan mimpi bersama mereka
ANAK JALANAN
Tak ada keberhasilan dan kesuksesan seseorang di dunia ini tanpa diawali dengan mimpi. Yakin, semua orang pasti punya mimpi. Entah itu orang jelek, orang cantik, yang kaya, yang miskin, yang bodoh, yang pintar, yang cacat, yang hidup di jalanan, yang hidup susah, semua jenis manusia pasti punya mimpi. Orang yang punya mimpi besar selalu berusaha untuk bisa mewujudkannya. Bagaimana caranya? terkadang sebuah mimpi jadi patokan ambisi besar. Berusaha untuk bisa mewujudkannya, karena dengan ingin mewujudkan suatu keinginan haruslah di miliki tekad dan motivasi yang kuat. Apakah hanya tekad saja yang di butuhkan? Lalu bagaimana jika suatu keadaanlah yang terkadang menjadi penghalang meraih mimpi kita dan mereka? Ingatlah dengan kata-kata bijak ini “bahwa tidak ada yang tidak mungkin sesuatu yang bisa di capai didunia ini. Semuanya mungkin bisa tercapai, tergantung dari jalan dan kepercayaan diri kita untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang sudah kita miliki.”
Lihat orang jalanan sana. Apa yang terbenak di fikiran kita? Mereka terlihat kotor, lusuh, usang, kumuh, pengganggu, peminta-minta, mungkin demikian yang terlintas dibenak kita. Malah sebagian menganggap merekalah yang mengganggu dan mengotori bangsa ini. Sampai fatwapun keluar: “ haram untuk gelandangan peminta-minta termasuk orang-orang yang memberikan uang kepada pengemis” dengan alasan bahwa memberi sesuatu di waktu dan tempat yang tak seharusnya merupakan hal yang dilarang oleh agama. Terlebih karena adanya koordinator kelompok peminta-minta. Merugikan banyak orang dan menimbulkan kerawanan.
Oke, kalau demikian. Tapi bagaimana solusinya? Apakah setiap dari anak jalanan tidak punya mimpi besar untuk negeri ini? Mereka punya Mimpi dan cita-cita untuk menjadi orang besar disuatu hari nanti. Namun, banyak mimpi dan cita-cita mereka hanya sebatas angan saja. Bangku sekolah yang menjadi sandaran untuk jalan meraih sukses tak dapat mereka rasakan sepenuhnya. Kebanyakan dari mereka harus putus meninggalkan sekolah.
Banyak waktu yang dilalui hanya untuk mencari uang, meminta-minta untuk bisa bertahan hidup. Sejak kecil, sebagian mereka sudah di ajarkan demikian. Keadaan yang demikian yang membuat mereka sulit untuk merasakan dunia sekolah sampai setinggi-tingginya. Kebanyakan dari mereka hanya bisa sampai dipendidikan dasar. Hidup dijalanan bukanlah keinginan dari mereka. Banyak diantara mereka yang diperbudak oleh orang tuanya. Diajarkan hidup dijalanan untuk meminta-minta. Karena mereka masih kecil orang tak tega dengan hal demikian. Sehingga orangtua dari mereka mendidiknya untuk hidup di jalanan. Bukannya peran orang tua yang seharusnya memberi nafkah kepada anaknya tapi justru mereka yang dinafkahi oleh anaknya.
Hal yang demikian, masih mending dibandingkan dengan sekelompok orang yang memperkerjakan mereka untuk meminta-minta di jalanan. Ya wajar jika ada  fatwa yang mengharamkan kita untuk memberi uang kepada peminta-minta di jalanan. Disisi lain, hal demikian suatu aturan yang harus di patuhi. Tapi disisi lain, rasanya tak tega melihat kondisi yang demikian miris. Satu hal yang menjadi solusi, dari diri kita yang tak hidup dijalanan seperti mereka harus memiliki sesuatu yang bisa membuat mereka jera dari hidup di jalanan.
Harapan dan do’a, Cita-cita dan mimpi besar mereka bisa terwujudkan. Jiwa seperti mereka justru yang memiliki semangat tinggi untuk meraih kesuksesan. Sebelum mereka masuk kedalam dunia hitam, haruslah dari diri kita ini, yang terbiasa hidup enak, hidup damai bersama orang tua saling memberi kasih mewujudkan cita-cita dan mimpi besar mereka untuk jera dari jalanan. Dan untuk perubahan negeri tercinta kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar