Ayo wujudkan mimpi bersama mereka
ANAK JALANAN
Tak ada keberhasilan dan kesuksesan seseorang di dunia ini tanpa
diawali dengan mimpi. Yakin, semua orang pasti punya mimpi. Entah itu orang
jelek, orang cantik, yang kaya, yang miskin, yang bodoh, yang pintar, yang cacat,
yang hidup di jalanan, yang hidup susah, semua jenis manusia pasti punya mimpi.
Orang yang punya mimpi besar selalu berusaha untuk bisa mewujudkannya.
Bagaimana caranya? terkadang sebuah mimpi jadi patokan ambisi besar. Berusaha
untuk bisa mewujudkannya, karena dengan ingin mewujudkan suatu keinginan
haruslah di miliki tekad dan motivasi yang kuat. Apakah hanya tekad saja yang
di butuhkan? Lalu bagaimana jika suatu keadaanlah yang terkadang menjadi
penghalang meraih mimpi kita dan mereka? Ingatlah dengan kata-kata bijak ini
“bahwa tidak ada yang tidak mungkin sesuatu yang bisa di capai didunia ini.
Semuanya mungkin bisa tercapai, tergantung dari jalan dan kepercayaan diri kita
untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang sudah kita miliki.”
Lihat orang jalanan sana. Apa yang terbenak di fikiran kita? Mereka
terlihat kotor, lusuh, usang, kumuh, pengganggu, peminta-minta, mungkin
demikian yang terlintas dibenak kita. Malah sebagian menganggap merekalah yang
mengganggu dan mengotori bangsa ini. Sampai fatwapun keluar: “ haram untuk
gelandangan peminta-minta termasuk orang-orang yang memberikan uang kepada
pengemis” dengan alasan bahwa memberi sesuatu di waktu dan tempat yang tak
seharusnya merupakan hal yang dilarang oleh agama. Terlebih karena adanya
koordinator kelompok peminta-minta. Merugikan banyak orang dan menimbulkan
kerawanan.
Oke, kalau demikian. Tapi bagaimana solusinya? Apakah setiap dari
anak jalanan tidak punya mimpi besar untuk negeri ini? Mereka punya Mimpi dan
cita-cita untuk menjadi orang besar disuatu hari nanti. Namun, banyak mimpi dan
cita-cita mereka hanya sebatas angan saja. Bangku sekolah yang menjadi sandaran
untuk jalan meraih sukses tak dapat mereka rasakan sepenuhnya. Kebanyakan dari
mereka harus putus meninggalkan sekolah.
Banyak waktu yang dilalui hanya untuk mencari uang, meminta-minta
untuk bisa bertahan hidup. Sejak kecil, sebagian mereka sudah di ajarkan
demikian. Keadaan yang demikian yang membuat mereka sulit untuk merasakan dunia
sekolah sampai setinggi-tingginya. Kebanyakan dari mereka hanya bisa sampai
dipendidikan dasar. Hidup dijalanan bukanlah keinginan dari mereka. Banyak
diantara mereka yang diperbudak oleh orang tuanya. Diajarkan hidup dijalanan
untuk meminta-minta. Karena mereka masih kecil orang tak tega dengan hal
demikian. Sehingga orangtua dari mereka mendidiknya untuk hidup di jalanan.
Bukannya peran orang tua yang seharusnya memberi nafkah kepada anaknya tapi
justru mereka yang dinafkahi oleh anaknya.
Hal yang demikian, masih mending dibandingkan dengan sekelompok
orang yang memperkerjakan mereka untuk meminta-minta di jalanan. Ya wajar jika
ada fatwa yang mengharamkan kita untuk
memberi uang kepada peminta-minta di jalanan. Disisi lain, hal demikian suatu
aturan yang harus di patuhi. Tapi disisi lain, rasanya tak tega melihat kondisi
yang demikian miris. Satu hal yang menjadi solusi, dari diri kita yang tak
hidup dijalanan seperti mereka harus memiliki sesuatu yang bisa membuat mereka
jera dari hidup di jalanan.
Harapan dan do’a, Cita-cita dan mimpi besar mereka bisa
terwujudkan. Jiwa seperti mereka justru yang memiliki semangat tinggi untuk
meraih kesuksesan. Sebelum mereka masuk kedalam dunia hitam, haruslah dari diri
kita ini, yang terbiasa hidup enak, hidup damai bersama orang tua saling
memberi kasih mewujudkan cita-cita dan mimpi besar mereka untuk jera dari
jalanan. Dan untuk perubahan negeri tercinta kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar