Senin, 07 September 2015



Berani Kreatif


Seorang yang kreatif ialah seorang yang berfikir maju, yang memberanikan diri menginovasikan sesuatu pada sesuatu yang lain untuk menghasilkan karya yang berbeda, karya yang baru dan karya yang berimajinasi.
            Seuatu yang dihasilkannya itu merupakan suatu karya yang terlahir dari imajinasi otak. Keterlahiran suatu karya juga merupakan hasil dari suatu keadaan. Menurutku, semua orang mempunyai kekreatifan yang berbeda-beda. Tergantung dari fikiran dan keberanian mereka berinovasi.
Terkadang kekreatifan itu juga bukan hasil yang murni dari fikiran atu ide seorang itu sendiri. Saling melihat hasil karya orang lain, maka semakin banyak pula inspirasi-inspirasi yang muncul untuk mengubah sesuatu yang biasa menjadi lebih inovatif lagi. Namun harus ingat, ndak boleh plagiat ya.. ada UU yang mengaturnya.
            Perbedaan manusia dengan hewan itu bukan pada otaknya, sebab hewan dan manusiapun sama-sama memiliki otak. Perbedaan dari keduanya yaitu pada nilai dan fungsi otaknya. Namun tak sama bedanya jika otak manusia tidak digunakan untuk berfikir dan berkreasi.
            Ibaratnya seperti memainkan gitar. Banyak orang bias memainkan gitar dengan memetik senarnya untuk menghasilkan bunyi. Namun, tak semua orang bias memainkan gitar dengan benar secara sehat dan kreatif.
            Oleh sebab itu, tulisan-tulisan atau hasil suatu karya akan lebih baik dan lebih sempurna lagi jika mendapatkan koreksi dari  orang lain yang lebih ahli. Dan menuangkan ide-ide tulisan atau suatu karya dalam hasil yang nyata. Jangan hanya terpendam dalam benak fikiran dan tak memiliki keberanian untuk menuangkan ide-ide yang bermunculan, sehingga hasil suatu karya membuktikan pribadi yang imajinatif.
Berfikir optimal, berbuat maksimal akan melahirkan hasil yang maksimal. Walaupun mungkin nilainya minim. Tetapi, berfikir minim dan berusaha minim, yakin hasilnya pasti minim. Karna itu, lakukan yang terbaik karena hasil akan baik atau lebih baik.[1]
Oleh karena itu, berfikir optimal pada dasarnya adalah sebuah ikhtiar untuk memaksimalkan potensi, sekaligus meraih prestasi terbaik. Karena itu pula orang yang berfikir optimal menurut Glickman (2007:12) senantiasa berhadapan denagan impian untuk menjadi The Best, most…



[1]  Momon Sudarma. Mengembangkan Ketrampilan Berfikir Kreatif (Jakarta, Rajawali Pers. 2003)

Jumat, 22 Mei 2015



Merasa Tak Berguna
Hidup didunia ini begitu fana. Tak ada sesuatu yang abadi disini. Waktu yang dilalui begitu cepat. Rugi rasanya jika waktu yang kita miliki hanya dibuang sia-sia. Digunakan untuk sesuatu yang tak berguna. Waktu takkan pernah berhenti, selagi jantung masih berdetak. Dan nyawa masih medalam tubuh. Namun terkadang diri ini terlene dengan waktu. Dipakai seenaknya sendiri. Mengikuti nafsu. Yang ada hanya penyesalan dan pertanyaan yang muncul pasti ”kenapa dab mengapa”. HmmmL
Tuhanku Yang Maha Kasih, saya ucap terimakasih banyak. Terima kasih yang tulus dari hati. Engkaulah segalanya bagiku Ya Rabb. Saya minta maaf, saya manusia kotor, saya manusia hina. Selalu saja khilaf atas perbuatan buruk yang saya lakukan. Malu rasanya jadi hambaMu yang biasa-biasa saja. Tapi entah diri ini ingin bertemu Engkau kelak Ya Rabb. Berharap hal yang demikian dapat menjadi kenyataan. Namun, pantaskah hamba yag hina ini dapat bertemu denganMu Tuhan? Entah, kelak bagaimana.
Bingung Ya Rabb. Bingung kenapa diri begitu seperti ini. Merasa tak berguna hidup di sini, merasa tak bisa menggapai mimipi2, kapan terakhir dapat kejuaraan? Begitu rindu dengan prestasi Tuhan, saya rindu.
Justru dengan rasa itu KAMU harus bangkit rul. Bangkit menggapai cita-cita dan mimpi2 mu. Dirimu BISA. Hanya kau saja yang sudah merasa kalah dalam berperang. kamu harus bangkit! Perang belum selesai, masih ada banyak kesempatan untuk mewujudkan itu semua. Ayo, Nuurul BISA!!! S.E.M.A.N.G.A.T!!!
#cayooo!!! share kotak tissue hias@!!

Selasa, 19 Mei 2015


Dalam Sendiriku
Tuhan, saya malu dengan semua kebaikanMu, sungguh Maha Besar Engkau Ya Rabb. Aku bersyukur kepadaMu. Semoga diri ini tak mendzolimi diri Engkau Ya Rabb. J
Sekarang diri ini sudah semester 4, hampir mau berakhir moment di semester ini. Entah kenapa, rasanya beda aja dengan semester sebelumnya. Kemandirianku semakin banyak pengalaman. Saat pulkam bulan Februari kemarin ku membuat sesuatu yang bisa menjadi bukti bahwa benar-benar ku ingin mandiri, tak meminta uang saku ke ortu. Rasa yang seperti itu mungkin, yang membuat saya lebih memiliki kekuatan yang beda dari sebelumnya.
Denger temen lagi minta duit ke ortunya, rasanya gimana githuuu, tapi ya tetap menjaga diri. Sudah konsekuen dengan hal itu. Lebih bisa memanage uang lagi. Pokoknya jangan berprinsip hidup ngirit tapi hidup hematlah kamu Ruul. Ngirit itu beli apa2nya serba eman2 padahal dirinya lagi membutuhkannya. Nah, kalo hemat itu, belinya yaa hal2 apa saja  yang sedang dibutuhkannya. Hee, tu nasihat dari Yai Fadlolan J
Bentar lagi juga dah mau puasa’an neeh, sekarang sudah tanggal 1 Sya’ban, habisnya bulan Ramadhan deewh hee. Asyiiikkk, semoga ibadahku bisa lebih baik dari sebelumnya. Amiin. Semoga harapan, cita2 dan impian2 di bulan ramadhan ne bisa terlaksana. Amiin.
Entah, nanti moment lebaran pulkam dihari yang ke berapa. Entah H- atau H+ hmm, jadi teringat moment lebaran kemarin. Pas hari H nya ndak pulkam, stay in ma’had J bersama satpamnya, hmm luar biasa sekali. Tapi Ramadhan ni ndak terulang yang demikian mungkin. Hee tapi nda bisa di pastikan dink hee. Allahu a’lam  bi Ashowab J
Oh Tuhan Yang Maha Pemurah, Maha Penuh Kasih. Saya sedang punya mimpi, punya harapan besar tuk bisa dapet rezeki yang banyak di moment lebaran ni, ku buat tisu2 flanel hias, cantik kalo sekedar hiasan saja. Atau digunakan sesuai dengan tujuan tempatnya, yaitu tempat kotak tisu.  Baik hanya sekedar hiasan atau bisa digunakan dengan kegunaan semestinya, yakni sebagai tempat tissue saja.
Amiin Ya Rabb, semoga bisa berhasil n suksesJ. Entah bro, hari ini perut sakit banget. Akhir2 ni seringnya nyeri di ulu hati, hmm ada apa gerangan?. Semoga ku bisa sembuh dari rasa sakit ni. Amiin. N semoga terhindar dari kerugian dunia, berharap diri ini termasuk dari orang-orang yang menang. Menang dalam meraih kesuksesan, baik di dunia maupun di akhirat kelak. Amiin.
#Laa haula walaa quwwata illa billah J keep spirit ruul. Yakin dirimu B.I.S.A J J


Senin, 27 April 2015


              I’m afraid... BUT DONT AFRAID!!!
Tugas !!! yuhuuuu tugas..tugas..tugas daaaaaaaaaaaaaaaan tugas.
Moment ne bener2 bingung. Gmna nggak bingung y!? Banyak tugas, banyak juga hal lain yang harus ku kerjakan. Ya Rabb, Beri petunjuk-Mu....tolong hamba.
Make paper, presentation, duty volunteer, memorize speech, make video, test, debate, memorize speech, etc...:) S.E.M.A.N.G.A.T !!!! can! Can! Can! Believe your self!!!
Pada intinya, semua kalau di niati dengan sungguh-sungguh dan dijalani dengan happy ria. Pasti bisa dilaksanakan dengan riang tanpa rasa beban. Yakinlah NUURUL BISA!!!
“ y saya percaya saya bisa !!!“ prepare dari sekarang, persiapkan jadwal-jadwalnya, sekiranya kalau di jadwal insyaAllah lebih mudah di realisasikan. Kenikmatan akan keberhasilan sesuatu  yang sudah d capai, pastilah berada di akhir..nikmati sekarang dengan kedisibukan tugas-tugas yang kau punya. Hilangkan kepenatan, kebosanan, dengan semua tugas-tugas itu. Enjoy dengan semuanya. Percayalah, yakinlah dengan usaha yang kau lakukan. Dont forget juga, selalu di iringi dengan do’a dan ridlo dari orang tua.
Jadikan orang tua sebagai motivasi besar dalam hidupmu. Mereka yang melahirkanmu, mendidikmu, menjagamu, dan me...me...yang lain J. Pastilah ingin mereka melihatmu sukses, tercapai cita-citanya. Tak ada imbalan yang banyak dan mewah  yang diinginkan dari orangtua. Cukup dengan prestasi yang kau raih. Cukup dengan cita-cita yang kau capai. Cukup dengan kebahagiaan yang kau peroleh. Yakinlah pada diri, bisa memeberi semua itu teruntuk kedua orangtuamu Rul!
Jangan takut !! semua bisa kau lakukan, jangan takut dengan tugas-tugas yang kau punya. Dirimu sesungguhnya bisa, asal diniati dengan sungguh-sungguh, enjoy melakukannya, insyaAllah terasa ringan menegrjakan semua tugas yang kau punya.
Jangan takut kepada teman-temanmu, mereka sama denganmu. Jangan takut rul! Jangan takut dengan teman-teman yang kau rasa mereka lebih dari dirimu. Kau bisa rul! Kau BISA! Dan jangan minder dengan dirimu sendiri. PD aja dengan dirimu. PD, PD, PD dannn tetap PD. !!!
Jangan takut berjalan sendiri, tanpa harus selalu ada teman yang menemanimu berjalan. Orang sukses tak mengandalkan teman untuk mengerjakan tugasnya. Bukan berarti kau tak butuh teman. Selagi bisa dikerjakan sendiri dan diri mampu untuk melaksanakan dan tanpa harus meminta bantuan orang lain, kerjakanlah !!! lakukanlah!!! Tapi inget, karena berkat temanlah kau bisa sukses juga, kau bisa meraih prestasimu. Mereka yang mendukungmu, menginginknmu untuk sukses, untuk berhasil. Tetap saling bekerjasama, tetap saling memberi dukungan dan motivasi. Salaing memberi kasih terhadap sesama. Pasti bahagia kan, jika melihat teman-temanmu sukses. Ok..karna sama-sama ingin menggapai kesuksesan. So, lakukanlah bersama, jangan ada permusuhan dianatara kita :D :D
Sekarang sudah saatnya bergerak, jangan hanya diam dan terdiam dengan semua tugas yang ada. Kerjakan dan jangan buang-buang waktu. Berhati-hatilah dalam mengguanakan waktu. NUURUL BISA!!! :-). Seimbangkan dengan beribadah, belajar,  istirahat, bermain, dan sesuatu yang lain. Jangan membuang-buang waktu untuk sesuatu yang sekiranya tak ada gunanya bagi dirimu. Remember 3 managements from Yai:
1.     Priority of Managament
2.    Time of Management
3.    Management of taqarub Ilallah
Dan yang terakhir, inget juga rul. Hidup di dunia ini nda hanya kamu saja yang ingin berhasil, nggak kamu saja yang ingin sukses meraih prestasi, meraih kebahagiaan di dunia dan d akhirat kelak. So, berlomba-lombalah dalam kebaikan, jangan ikuti nafsu yang buruk. Ikutilah nafsu yang baik. Karena kita sudah ditakdirkan memiliki segala macam nafsu. Sudah di takdirkan selalu saja kita di ikuti oleh syaithan. Maka dari itu, semoga kita termasuk dari orang-orang yang menang. Menang dalam suatu kebaikan.
Oke. Success for your duty. Believe your self. YOU CAN DO IT!!
ENJOY AND KEEP HAPPY J J :-D

Sabtu, 18 April 2015


Anak Jalanan
Ini sesuatu yang sudah lama ku impikan dan ku inginkan. Dahulu hanya bisa membayangkan bagaimana hidup bersama mereka, berkumpul, bermain bersama mereka. Tapi, mimpi dan keinginan ini alhamdulillah dan insyAllah bisa terwujud. Petunjuk dari Sang Rabb sungguh subhanallah jiddan.
Entah, tak disengaja ku baca brosur besar dengan bertuliskan “Open Recruitment Volunteer” Pendaftaran gratis!!! Kursi hanya 20 Orang saja”. Seketika itu langsung terfikirkan dalam benak. “hmm, ini kesempatan untuk saya ini...gumam dalam hati”. Lalu ku baca persyaratannya. Untuk menuliskan essai tentang anak jalanan dan Cv lewat email.
Sisa waktu tinggal sehari untuk mengirimkan essai. Hari berikutnya ku coba untuk meluangkan waktu. Hanya coba-coba ku menulis tentang anak jalanan. Rasanya, tulisanku ini hanya sekedar coretan biasa. Tapi entah kenapa, rasa ini menggebu-gebu untuk bisa gabung bersama mereka. Akhirnya ku beranikan diri untuk mengirimkan hasil coretanku.
Tanggal 27 Maret 2015 ku kirimkan coretanku. Fikirku pasti banyak temen2 lain yang antusias juga untuk mengirimkan essai. Ku tunggu dan ku tunggu kabar selanjutnya. Tanggal 15 April kemarin. Dapat info test interview. Sayangnya berbarengan dengan jam kuliahku. Tapi Sang Rabb, selalu saja memberi petunjuk. Kuliah pada jam itu ternyata libur. Dosen lagi ikut competisi. Langsung dech otw there.
Dengan tetap PD dan yakin, ku naik bus dan jalan kaki menelusuri tempatnya. Rasa panas, laper, bingung, tak menjadi masalah. Kesasar itu hal biasa, kesana melewati kerumunan pasar, kekumuhan warga, sempitnya jalan, kebingungan temukan tempatnya.. hmm sama sekali tak menjadi maslah bagiku. Saya enjoy menikmatinya. It’s never mind.
Akhirnya sampai dech di tempatnya. Subhanallah walhamdulillah bersyukur bisa sampai juga ;). Dateng, beri salam, kenalan sama volunteer lain, obral-obrol sedikit lalu interview  dech. Banyak sesuatau yang ku belum tahu dari lontaran pertanyaan, tapi ku tetap coba menjawabnya dengan sepengetahuanku..dan akhirnya selesai juga interviewnya. Karena saya peserta terakhir, akhirnya ku  manfaatkan waktu untuk break bersama kaka2 penilai.
Cari  pengalaman dari jawaban dan pertanyaanku, saling share info. Rasanya asyik ngobrol bareng mereka, padahal belum kenal sama sekali sebelumnya. Dan hati ini ngrasa sudah jadi bagian dari mereka. Hmm, padahal baru saja di tahap test, hee..
Daan besok, moment yang ku tunggu berkumpul bareng bersama mereka. Akhirnya.....bahagia sekali bisa menjadi bagian dari kalian. Bismillah, dengan niat tulus, saya ingin merubah dunia bersama kalian. Bersama, saling meraih mimpi untuk masa depan yang indah, bahagia, penuh warna dan cerita indah. Merubah dunia menjadi masa depan yang cerah, indah dan maju. Oce,,, bye2 friends...:) Salam semangat !!! ;-)

Senin, 30 Maret 2015


PENGANTAR EKONOMI SYARI’AH

v  The First Lecture about “Ruang Lingkup Ekonomi Syari’ah”
9th of March 2015. Prof. Dr. Hj. Siti Mujibatun, M.Ag

·         Sistem ekonomi di Dunia mencakup 1. Kapitalis
                                                                        2. Sosial
                                                                        3. Campuran

1.      Ekonomi Kapitalis ialah sistem ekonomi yang berbasis pada individu masing-masing. Yang punya modal itulah yang dapat menguasai pasar.
2.      Ekonomi Sosialis ialah sistem ekonomi yang  muncul dari paham kapitalis yang mengeksploitasi manusia, sehingga negara ikut campur. Cukup dalam peranan dominan.
Semua kekayaan itu harus menjadi milik negara. Lalu siapa yang memilikinya? Ya para penguasa negara.
3.      Ekonomi campuran yaitu gabungan antara kapitalis dan sosialis yang mengambil kebebasan dan pengadilan. Cirinya dilakukan oleh pemerintah dan wiraswasta. Transaksinya ada yang di pasar dan ada campur tangan pemerintah.

·         Bagaimana dengan Ekonomi Islam?
Pada sistem ekonomi islam, sama sekali tidak mencakup unsur-unsur ekonomi kapitalis maupun ekonomi sosialis. Ekonomi Islam ialah ilmu yang mempelajari tentang Ekonomi tapi mengandung wahyu-wahyu ilahi.
Islam itu agama penyempurna. Dalam frman-Nya Surat Al-Maidah:3
الْيَوْمَ أَكْمَلْت لَكُمْ دِينَكُمْ وَ أَتمَمْت عَلَيْكُمْ نِعْمَتى وَ رَضِيت لَكُمُ الاسلَمَ دِيناً

“Hari ini Aku sumpurnakan agamamu dan Kulengkapi nikmatku, dan Aku ridha kepadamu Islam sebagai agama.”

·         Prinsip ekonomi Islam:
1.      Tidak mengenal Riba
2.      Tidak ada unsur Ghoror (penipuan)
3.      Saling rela sama rela
4.      Dan tidak membuat rugi orang lain.

#Allahu a'lam bishowab

Kamis, 26 Maret 2015


Ayo wujudkan mimpi bersama mereka
ANAK JALANAN
Tak ada keberhasilan dan kesuksesan seseorang di dunia ini tanpa diawali dengan mimpi. Yakin, semua orang pasti punya mimpi. Entah itu orang jelek, orang cantik, yang kaya, yang miskin, yang bodoh, yang pintar, yang cacat, yang hidup di jalanan, yang hidup susah, semua jenis manusia pasti punya mimpi. Orang yang punya mimpi besar selalu berusaha untuk bisa mewujudkannya. Bagaimana caranya? terkadang sebuah mimpi jadi patokan ambisi besar. Berusaha untuk bisa mewujudkannya, karena dengan ingin mewujudkan suatu keinginan haruslah di miliki tekad dan motivasi yang kuat. Apakah hanya tekad saja yang di butuhkan? Lalu bagaimana jika suatu keadaanlah yang terkadang menjadi penghalang meraih mimpi kita dan mereka? Ingatlah dengan kata-kata bijak ini “bahwa tidak ada yang tidak mungkin sesuatu yang bisa di capai didunia ini. Semuanya mungkin bisa tercapai, tergantung dari jalan dan kepercayaan diri kita untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang sudah kita miliki.”
Lihat orang jalanan sana. Apa yang terbenak di fikiran kita? Mereka terlihat kotor, lusuh, usang, kumuh, pengganggu, peminta-minta, mungkin demikian yang terlintas dibenak kita. Malah sebagian menganggap merekalah yang mengganggu dan mengotori bangsa ini. Sampai fatwapun keluar: “ haram untuk gelandangan peminta-minta termasuk orang-orang yang memberikan uang kepada pengemis” dengan alasan bahwa memberi sesuatu di waktu dan tempat yang tak seharusnya merupakan hal yang dilarang oleh agama. Terlebih karena adanya koordinator kelompok peminta-minta. Merugikan banyak orang dan menimbulkan kerawanan.
Oke, kalau demikian. Tapi bagaimana solusinya? Apakah setiap dari anak jalanan tidak punya mimpi besar untuk negeri ini? Mereka punya Mimpi dan cita-cita untuk menjadi orang besar disuatu hari nanti. Namun, banyak mimpi dan cita-cita mereka hanya sebatas angan saja. Bangku sekolah yang menjadi sandaran untuk jalan meraih sukses tak dapat mereka rasakan sepenuhnya. Kebanyakan dari mereka harus putus meninggalkan sekolah.
Banyak waktu yang dilalui hanya untuk mencari uang, meminta-minta untuk bisa bertahan hidup. Sejak kecil, sebagian mereka sudah di ajarkan demikian. Keadaan yang demikian yang membuat mereka sulit untuk merasakan dunia sekolah sampai setinggi-tingginya. Kebanyakan dari mereka hanya bisa sampai dipendidikan dasar. Hidup dijalanan bukanlah keinginan dari mereka. Banyak diantara mereka yang diperbudak oleh orang tuanya. Diajarkan hidup dijalanan untuk meminta-minta. Karena mereka masih kecil orang tak tega dengan hal demikian. Sehingga orangtua dari mereka mendidiknya untuk hidup di jalanan. Bukannya peran orang tua yang seharusnya memberi nafkah kepada anaknya tapi justru mereka yang dinafkahi oleh anaknya.
Hal yang demikian, masih mending dibandingkan dengan sekelompok orang yang memperkerjakan mereka untuk meminta-minta di jalanan. Ya wajar jika ada  fatwa yang mengharamkan kita untuk memberi uang kepada peminta-minta di jalanan. Disisi lain, hal demikian suatu aturan yang harus di patuhi. Tapi disisi lain, rasanya tak tega melihat kondisi yang demikian miris. Satu hal yang menjadi solusi, dari diri kita yang tak hidup dijalanan seperti mereka harus memiliki sesuatu yang bisa membuat mereka jera dari hidup di jalanan.
Harapan dan do’a, Cita-cita dan mimpi besar mereka bisa terwujudkan. Jiwa seperti mereka justru yang memiliki semangat tinggi untuk meraih kesuksesan. Sebelum mereka masuk kedalam dunia hitam, haruslah dari diri kita ini, yang terbiasa hidup enak, hidup damai bersama orang tua saling memberi kasih mewujudkan cita-cita dan mimpi besar mereka untuk jera dari jalanan. Dan untuk perubahan negeri tercinta kita.

Selasa, 24 Maret 2015


TENTANG KESUNGGUHAN DALAM BELAJAR, KETEKUNAN DAN CITA-CITA
Para santri harus bersungguh-sungguh dalam belajar, harus tekun seperti yang diisyaratkan dalam al-Qur’an, “Dan orang-orang yang berjihad atau berjuang sungguh-sungguh untuk mencari (keridhoanku), maka benar-benar Aku akan tunjukkan mereka kepada jalan-jalan menuju keridhoan-Ku.” Dikatakan barangsiapa bersungguh-sungguh mencari sesuatu tentu akan mendapatkannya. Dan siapa saja yang mau mengetuk pintu, dan maju terus tentu bisa masuk.
Dengan kadar sengsaramu dalam berusaha kamu akan mendapat apa yang kamu dambakan. Dikatakan bahwa belajar dan memperdalam ilmu fiqih itu dibutuhkan adanya kesungguhan dari tiga orang, kesungguhan murid, guru, dan ayah bila masih hidup.
Ustadz Sadiduddin mengalunkan syair gubahan Imam Syafi’i kepadaku, “Kesungguhan itu dapat mendekatkan sesuatu yang jauh, dan bisa membuka pintu yang terkunci. Sungguh sangat banyak orang yang bercita-cita luhur bersedih, karena diuji dengan kemiskian. Barangkali sudah menjadi suratan takdir dan keputusan Allah, bahwa banyak orang cerdas tapi miskin dan banyak orang bodoh yang kaya raya. Dan kedua hal tersebut tidak bisa dikumpulkan.”
Penyair lain berkata, “Kamu ingin menjadi orang ahli fiqih, tapi tak mau sengsara, itu artinya kamu gila. Mencari harta pun tidak akan berhasil tanpa kerja keras, dan harus tahan menghadapi penderitaan. Begitu juga mencari ilmu tidak akan berhasil tanpa kerja keras(sengsara).”
Abu Thoyyib berkata”Sungguh naif orang yang mampu berusaha tapi tidak mau berusaha secara optimal.”
Santri tidak boleh banyak tidur pada malam hari. Seperti dikatakan dalam syair, “Kemuliaa itu akan tercapai menurut kadar kesengsaraan. Barangsiapa ingi mencari kemuliaan, maka harus meninggalkan tidur malam. Kamu ingin kedudukan tinggi tapi kamu enak-enak tidur pada malam hari. Padahal orang yang mencari permata pun harus menyelam kedalam lautan. Derajat yang luhur itu seiring dengan cita-cita yang luhur. Orang yang memperoleh kedudukan tinggi karena ia berjaga malam. Aku tidak tidur diwaktu malam, ya Tuhanku, demi mencari keridhoanMu Ya Tuhan yang menjadikan seseorang menjadi tuan. Siapa ingin kedudukan tinggi,tapi tidak mau kerja keras, itu artinya dia menyia-nyiakan usia.  Mengharap sesuatu yang mustahil
Maka tolonglah kami, Ya Allah, dalam mencari ilmu dan tempatkanlah kami kepuncak kedudukan yang luhur.” Para santri harus menggunakan waktu malam untuk belajar dan ibadah, supaya memperoleh kedudukan tinggi di sisi-Nya.
Penyusun kitab ta’lim muta’allim berkata: Bagiku, cukup menarik makna syair yang berbunyi, “Barangsiapa ingin meraih apa yang dicita-citakan, maka ia harus menjadikan waktu malamnya sebagai kendaraan untuk mengejar cita-citanya. Jangan banyak makan agar kamu tidak ngantuk. Hal itu jika Anda benar-benar ingin menggapai kesempurnaan.”
Ada yang berkata bahwa mengurangi tidur malam untuk beribadah itu menggembirakan hati di siang hari.
Santri harus mengulang-ngulang pelajarannya pada awal malam dan akhir malam. Yaitu antara isya’ dan waktu sahur, karena saat-saat tersebut diberkati.
Seorang penyair berkata,”Wahai para penuntut ilmu, hiasilah dirimu dengan sifat wara’ (menjauhi barang syubhat), jauhilah tidur, kurangilah makan, dan tekunlah belajar.”
Para pelajar harus memanfaatkan masa mudanya untuk bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu. Perhatikan bait sya’ir ini, “Dengan kadar kerja  kerasmulah kamu akan diberi apa yang menjadi cita-citamu, orang yang sukses, harus sedikit mengurangi tidur malam, gunakan masa malammu sebaik-baiknya, karena masa muda adalah kesempatan yang tidak akan pernah terulang.
Seorang santri tidak boleh terlalu memaksa diri hingga melebihi kekuatannya. Karena akan melemahkan tubuhnya, sehingga tidak mampu bekerja karena terlalu lelah. Mencari ilmu itu harus sabar. Pelan-pelan tapi continoe, sabar inilah pokok yang penting dari segala sesuatu.
Santri harus bercita-cita tinggi, sebab orang itu tinggi derajatnya karena memang ia bercita-cita tingi. Cita-cita itu ibarat sayap burung yang dipergunakan untuk terbang tinggi-tinggi. Abi Thayib berkata: “Kedudukan seseorang itu tergantung menurut cita-citanya. Dan kemuliaan akan tergapai oleh seseorang kalau cita-citanya tinggi dan mulia. Pangkat yang tinggi akan terasa berat meraihnya bagi orang yang berjiwa kerdil. Tapi bagi orang yang berjiwa besar, setinggi apapun sebuah kedudukan, dianggap kecil atau ringan.
Modal paling utama ialah kesungguhan. Segala sesuatu bisa dicapai asal mau bersungguh-sungguh dan bercita-cita luhur.[1]


[1] Syeikh Az-Zarnuji, Terjemahan Ta’lim Muta’allim, Surabaya: Mutiara Ilmu, 2009. Hal 39