Selasa, 12 April 2016


23 December 2015

Aku, Flanelku, Donatku, dan Sampah kita
Awalnya hanya sebagai plampiasan hobiku, karna aku suka sekali dengan yang namanya “HandiCraft”. Entah itu berasal dari flanel, plastik, kertas dan lain sebagainya, ternyata lama kelamaan muncul ide untuk menjual hasil yang ku buat. Ku tabungkan uang yang ku dapat dari beasiswa Bidik Misi.
Ya, aku memang mahasiswi bidik misi 2013. Diri ini merasa tergerak untuk bisa berwirausaha dan berinovasi. Mempunyai ide-ide kreatif untuk bisa membuat dan menghasilkan sesuatu yang baru. Yang berimajinasi dengan sampah-sampah rumah tangga.
jika   Berawal dari sayang dan suka maka menjadi cinta, mungkin itu yang menjadi gambaran banyak sesuatu yang bisa dibuat dari kain flanel. Warnanya yang beraneka jadi mudah untuk dipadukan dan menyerupai sesuatu yang ingin kita buat. Hanya dengan di lem atau di jahit, jadi deh sesuatu yang kita inginkan.
Siapa sih yang nggak mengenal donat. Pastilah semuanya mengenal. Bentuknya yang bulat dan variasi rasa taburan di atasnya yang beraneka membuat orang banyak menyukainya. Sebagai mahasiswa, saya berwirausaha didalam lingkungan kampus. dengan manfaatkan tempat dan link kos-kos mahasiswa sebagai tempat penjualan. Untuk penjualan donat yang setiap pagi hari saya jual dari hari senin sampai jum’at sebanyak 70 donat dan 70 jajanan pasar semuanya saya titipkan di kantin kejujuran. Tepatnya di bawah trowongan tangga masjid al Fitroh lantai 1 kampus II UIN Walisongo. Tidak ada pajak penitipan penjualan. Tinggal menaruh dan melabeli barang dagangannya dan disertakan tempat sebagai wadah uang bayarannya, habisnya ditinggal begitu saja. Entah ditinggal kuliah maupun kegiatan yang lain. Sorenya atau waktu siang jika ada waktu luang biasanya saya pantau untuk diambil uangnya. Senang rasanya jika laku habis dan uangnya sesuai dengan penjualan
Inisiatif berdagang memang harus ada yang penting tidak bertujuan mematikan yang lain. Saya menjual donat dengan harga Rp. 2500 get 2. Sedang yang lainnya di jual 1500/donat. Donat yang saya jual harganya lebih murah dibanding dengan harga yang lain. Sehingga lakunya cepet habis. Seringnya alhamdulillah donat semuanya habis. Ketertarikan pada  keinginan dari melihat suksesnya seseorang pastilah orang tersebut juga ingin mengikut jejaknya. Seperti donat yang saya jual. Awalnya yang menjual donat hanya saya saja. Namun sekarang, disana banyak yang menjual donat, namun harganya lebih mahal dibanding saya. Padahal tempat pengambilannya sama. Yaitu di pasar jrakah-Semarang. Sehingga saya jual lebih murah dibanding mereka. iya, memang jika harga yang saya jual sama dengan yang lain lakunya lama dan seringnya ndak habis dalam waktu sehari.
Karena lebihmurahnya harga yang saya jual, pastilah jumlah keuntungannya lebih sedikit dibanding yang lain. Namun saya ambil trik lagi, dengan menjual lebih banyak donat yang saya jual. Sehingga keuntungannya tetap alhamdulillah.
Selain donat yang saya jual, beraneka jajan pasarpun saya jual. Setiap hari saya mengambil 70 bungkus jajan pasar yang beraneka rupanya. Saya bagi dua jenis harganya. Sebanyak 40 saya jual Rp. 2.500,-/2 pcs sedang yang 30 saya jual Rp. 1.500,-/pcs. Kebanyakan dari penjual lain yang mereka jual juga berupa jajanan pasar. Sehingga kalau jajan pasar biasanya sisa 2-3 bungkus. Itu keberkahan bagi saya shingga bisa dimakan sendiri.
 Ditempat situlah saya berjualan, tidak hanya saya saja, tapi teman-teman mahasiswa yang lain juga. Saya biasa berangkat jam 05.30 pagi dari kos. Berangkat menuju pasar jrakah dengan berkendaraan bus. Rasanya harus Semangat bener ini jiwa. Sebab melihat teman-teman yang lain, semuanya masih menikmati tidurnya. Tapi ya ndak apa-apa justru ini spirit untukku.
Tas pink tersebut sebagai tempat donat dan jajan pasar. Dengan di cangking saya bawa itu tas dari pasar jrakah menuju kampus dua. Berat memang berat, ya harus bagaimana lagi. Sampai kampus sekitar jam 06.00. suasananya masih sepi, sehingga membuat saya enjoy, sebab tidak banyak mata yang melihatnya. Disana saya memiliki 3 keranjang sebagai tempat donat dan jajan pasar.
Hidup memang harus diperjuangkan
Semuanya butuh waktu sebagai proses menuju kehidupan yang sesungguhnya
Hidup juga pilihan
Saya lebih memilih untuk bisa mandiri,
 untuk  selalu bangun dan mandi pagi,
melihat yang disekitar masih nyaman dengan bantalnya,
tapi melihat yang disana, mereka sudah bergerak lebih awal
lebih cepat dan lebih banyak berinovasi.

hal itu yang menjadi spirit saya. Karena diri ini, insan yang biasa yang seringnya menggerutu. Untuk menghindari semua itu, saya memotivasi diri dengan demikian. Hal apa yang sudah saya lakukan? Saya masih biasa, heven’t move on. I must Try, try and try for get success. 
Saya kembali memanfaatkan link teman-teman di kos untuk menitipkan snack injritz kepada mereka. snack injritz merupakan snack ringan sebagai camilan atau teman makan nasi dengan variasi rasa dan jenis yang bermacam-macam. harganya yang murah membuat saya tertarik untuk menjualnya karena pas untuk kantong mahasiswa. letaknya yang jauh, dan butuh ruang yang besar untuk membawanya. sehingga lebih leluasa memakai kendaraan sendiri. Tapi karena belum punya kendaraan sendiri sehingga saya mmbonceng teman, tinggal saya mengganti uang bensinya.
Trik saya, antara uang pengeluaran dengan pemasukan supaya menghasilkan yang maksimal maka saya belanja sekalian banyak. Kendalanya ya modalnya itu. Tapi saya deskripsikan sebelum belanja, antara untung dan modalnya, antara kesenjangan waktunya kapan bisa belanja lagi, menyetor dan menarik uang hasil pnjualan yang dititipkan. Sebab, saya titipkan ke kos-kos teman dan warung-warung.
Biasanya saya titipkan selama dua minggu saja. Jadi dalam satu bulan saya belanja dua kali. Setiap belanja saya memborong 120 bungkus snack injritz. Langsung saya titipkan ke tempat yang sudah biasa saya titipkan.
Selanjutnya Kain flanel. Kain flanel merupakan kain yang beraneka ragam warnanya, sehingga kalau dipadukan dengan warna lainnya dapat menghasilkan inovasi bari dari kain flanel. Penyerupaan pembuatan sesuatu dari kain flanel bisa menghasilkan kemiripan dengan yang original. Tidak hanya bros saja, tetapi banyak hasil karya lainnya seperti kotak tisu flanel, celengan flanel, bando flanel, cake flanel, buah-buahan flanel, gantungan kunci, gantungan handphone flanel dan masih banyak lagi hasil karya kain flanel.
Teknik cara pembuatannyapun sangat mudah dan bisa dilakukan oleh kalangan anak-anak maupun dewasa. Ada yang hanya butuh di jahit dengan tangan baik memakai tusuk feston maupun tusuk jelujur, lem tembak sebagai lem untuk menyatukan bentuk hasil falnel. Penambahannya misalnya pita, manik-manik, benang, dan yang lain. Tergantung dari tujuan pembuat mau membuat apa.
Handicraft berupa kotak tisu hias cake flanel, moment lebaran kemarin dapat order sampai 3 lusin kotak tisu. Alhamdulillah. Kesemuanya telah di rinci pada proposal bab III tentang anggaran biaya. Sengaja ku buat pada moment sepeciall Ramadhan, sebabnya ada background lebaran Idul Fitri. Yang sudah menjadi tradisi untuk saling bersilaturahmi, sehingga banyak orang mempersiapkan suguhan-suguhan untuk para tamunya. Dan lebih cantik jika ada sesuatu yang beda di atas mejanya. Lebih unik nan indah jika hias cake flanel berada diatas meja baik di hias pada kotak tisu maupun toples-toples.
Hasilnya saya titipkan ke market-market dan jarang sekali ada kotak tisu hias cake flanel. Sehingga ini kesempatan saya untuk memperkenalkan dan menguasai pasaran. Mulai dari Aneka Jaya Market, KAC accessories, Liez Accessories, Koperasi UIN Walisongo, Safira Market Ajibarang, dan teman-teman mahasiswa.
Lebaran selanjutnya ingin mengembangkan ide-ide kreatif yang objeknya bukan hanya dari kotak tisu, tetapi toples-toples dan lain sebagainya. yang lebih menarik lagi saya bisa menginovasikan sesuatu dari sampah-sampah supaya di kemas menjadi barang yang bernilai harga. Seperti Dosen Tarbiyah dan Keguruan Islam, namanya Bu Lianah yang bisa berimajin dengan sampah-sampah yang menghasilkan sesuatu yang bernilai jual tinggi. Juga guru besar Ekonomi dan Bisnis Islam yakni Ibu Hj. Mujubatun. Seringnya saya mendatangi beliau untuk sharing-sharing meminta masukannya dalam pengembangan bisnis yang saya lakukan.
Thanks so much. This is just short story about me, my flanel, my doughnut, and our Recycle . akhir kata saya ucapkan maaf jika ada banyak kekurangan dari proposal dan deskripsi yang saya buat.


=====00000=====

Kamis, 31 Maret 2016


 SCHOOLARSHIP.......
how after GET IT ??? >>?
Resah sekali, cari sana, cari sini....hmmm jadi terfikir. peran kau dalam kuliahku begitu terasa banget. galau lagi deh jadinya. wkwkwk. yagh galau memang ada sisi positifnya gengs, se7 gak? se7 banget lagh menurutku. wkwkw ya iya lagh, dari galau kita jadi ada inspirasi, ada sesuatu yang jagi greget untuk bangkit. gregetnya banyak macemnya, mulai galau dari nggak punya duwit, galau di putusin pacar,,galau di cuwekin temen, galau nilai jelek, galau ndak punya hp keren,,galau kalau jalan kaki teruz capek rasanya,,wkwkw...n n n n n galau..galau..galau...wugkgkgkg. prakkkkk. G.A.L.A.U. itu memang SESUATU banget yagh Hahahahah....
karna galau yang begituan, greget pengin move on pasti ada lagh ea,,tinggal kitanya ajach yang berani berubah nggak. berani action nggak, berani tampil beda nggak, berani di bicarakan orang nggak, berani dan berani.tapi berani yg hal positiv ya gengs. positif itu sesuatu yang baik, efeknya insyaAllah juga baik,,,percaya dech..
 aku jadi mahasiswa pnerima beasiswa uggghhh sungguh luar biasa galaunya,,wkwk, ngrasa berhutang besar bgt ma INDONESIA ini, yaa bagi yang lain magh tinggal di nikmati aja tu uang beasiswa..nda terlalu mikir gimana cara berterimakasihnya...wkwkw tapi ndak juga mungkin ya. harapannya s demikian ...hee AMIN.
para penerima beasiswa dari pemerintah INDONESIA moga ajach bisa memiliki kelebihan untuk merubah, mengelola, dan memajukan INDONSIA. sebagai timbal baliknya. rasa terimakasih yang berwujud sesuatu yang bagus. AMIIIN.