23 December 2015
Aku,
Flanelku, Donatku, dan Sampah kita
Awalnya
hanya sebagai plampiasan hobiku, karna aku suka sekali dengan yang namanya
“HandiCraft”. Entah itu berasal dari flanel, plastik, kertas dan lain
sebagainya, ternyata lama kelamaan muncul ide untuk menjual hasil yang ku buat.
Ku tabungkan uang yang ku dapat dari beasiswa Bidik Misi.
Ya,
aku memang mahasiswi bidik misi 2013. Diri ini merasa tergerak untuk
bisa berwirausaha dan berinovasi. Mempunyai ide-ide kreatif untuk bisa membuat
dan menghasilkan sesuatu yang baru. Yang berimajinasi dengan sampah-sampah
rumah tangga.
jika Berawal dari sayang dan suka maka menjadi
cinta, mungkin itu yang menjadi gambaran banyak sesuatu yang bisa dibuat dari
kain flanel. Warnanya yang beraneka jadi mudah untuk dipadukan dan menyerupai
sesuatu yang ingin kita buat. Hanya dengan di lem atau di jahit, jadi deh
sesuatu yang kita inginkan.
Siapa sih
yang nggak mengenal donat. Pastilah semuanya mengenal. Bentuknya yang bulat dan
variasi rasa taburan di atasnya yang beraneka membuat orang banyak menyukainya.
Sebagai mahasiswa, saya berwirausaha
didalam lingkungan kampus. dengan manfaatkan tempat dan link kos-kos mahasiswa
sebagai tempat penjualan. Untuk penjualan donat yang setiap pagi hari saya jual
dari hari senin sampai jum’at sebanyak 70 donat dan 70 jajanan pasar semuanya
saya titipkan di kantin kejujuran. Tepatnya di bawah trowongan tangga masjid al
Fitroh lantai 1 kampus II UIN Walisongo. Tidak ada pajak penitipan penjualan.
Tinggal menaruh dan melabeli barang dagangannya dan disertakan tempat sebagai
wadah uang bayarannya, habisnya ditinggal begitu saja. Entah ditinggal kuliah
maupun kegiatan yang lain. Sorenya atau waktu siang jika ada waktu luang
biasanya saya pantau untuk diambil uangnya. Senang rasanya jika laku habis dan
uangnya sesuai dengan penjualan
Inisiatif
berdagang memang harus ada yang penting tidak bertujuan mematikan yang lain. Saya
menjual donat dengan harga Rp. 2500 get 2. Sedang yang lainnya di jual
1500/donat. Donat yang saya jual
harganya lebih murah dibanding dengan harga yang lain. Sehingga lakunya cepet
habis. Seringnya alhamdulillah donat semuanya habis. Ketertarikan pada keinginan dari melihat suksesnya seseorang
pastilah orang tersebut juga ingin mengikut jejaknya. Seperti donat yang saya
jual. Awalnya yang menjual donat hanya saya saja. Namun sekarang, disana banyak
yang menjual donat, namun harganya lebih mahal dibanding saya. Padahal tempat
pengambilannya sama. Yaitu di pasar jrakah-Semarang. Sehingga saya jual lebih
murah dibanding mereka. iya, memang jika harga yang saya jual sama dengan yang
lain lakunya lama dan seringnya ndak habis dalam waktu sehari.
Karena lebihmurahnya harga yang saya
jual, pastilah jumlah keuntungannya lebih sedikit dibanding yang lain. Namun
saya ambil trik lagi, dengan menjual lebih banyak donat yang saya jual.
Sehingga keuntungannya tetap alhamdulillah.
Selain donat yang saya jual, beraneka
jajan pasarpun saya jual. Setiap hari saya mengambil 70 bungkus jajan pasar
yang beraneka rupanya. Saya bagi dua jenis harganya. Sebanyak 40 saya jual Rp.
2.500,-/2 pcs sedang yang 30 saya jual Rp. 1.500,-/pcs. Kebanyakan dari penjual
lain yang mereka jual juga berupa jajanan pasar. Sehingga kalau jajan pasar
biasanya sisa 2-3 bungkus. Itu keberkahan bagi saya shingga bisa dimakan
sendiri.
Ditempat situlah saya berjualan, tidak hanya
saya saja, tapi teman-teman mahasiswa yang lain juga. Saya biasa berangkat jam
05.30 pagi dari kos. Berangkat menuju pasar jrakah dengan berkendaraan bus.
Rasanya harus Semangat bener ini jiwa. Sebab melihat teman-teman yang lain,
semuanya masih menikmati tidurnya. Tapi ya ndak apa-apa justru ini spirit
untukku.
Tas pink tersebut sebagai tempat donat
dan jajan pasar. Dengan di cangking saya bawa itu tas dari pasar jrakah menuju
kampus dua. Berat memang berat, ya harus bagaimana lagi. Sampai kampus sekitar
jam 06.00. suasananya masih sepi, sehingga membuat saya enjoy, sebab tidak
banyak mata yang melihatnya. Disana saya memiliki 3 keranjang sebagai tempat
donat dan jajan pasar.
Hidup memang harus diperjuangkan
Semuanya butuh waktu sebagai proses
menuju kehidupan yang sesungguhnya
Hidup juga pilihan
Saya lebih memilih untuk bisa mandiri,
untuk
selalu bangun dan mandi pagi,
melihat yang disekitar masih nyaman
dengan bantalnya,
tapi melihat yang disana, mereka sudah
bergerak lebih awal
lebih cepat dan lebih banyak
berinovasi.
hal itu yang menjadi spirit saya.
Karena diri ini, insan yang biasa yang seringnya menggerutu. Untuk menghindari
semua itu, saya memotivasi diri dengan demikian. Hal apa yang sudah saya
lakukan? Saya masih biasa, heven’t move on. I must Try, try and try for get
success.
Saya kembali memanfaatkan link
teman-teman di kos untuk menitipkan snack injritz kepada mereka. snack injritz
merupakan snack ringan sebagai camilan atau teman makan nasi dengan variasi
rasa dan jenis yang bermacam-macam. harganya yang murah membuat saya tertarik
untuk menjualnya karena pas untuk kantong mahasiswa. letaknya yang jauh, dan
butuh ruang yang besar untuk membawanya. sehingga lebih leluasa memakai
kendaraan sendiri. Tapi karena belum punya kendaraan sendiri sehingga saya mmbonceng
teman, tinggal saya mengganti uang bensinya.
Trik saya, antara uang pengeluaran
dengan pemasukan supaya menghasilkan yang maksimal maka saya belanja sekalian
banyak. Kendalanya ya modalnya itu. Tapi saya deskripsikan sebelum belanja,
antara untung dan modalnya, antara kesenjangan waktunya kapan bisa belanja lagi,
menyetor dan menarik uang hasil pnjualan yang dititipkan. Sebab, saya titipkan
ke kos-kos teman dan warung-warung.
Biasanya saya titipkan selama dua
minggu saja. Jadi dalam satu bulan saya belanja dua kali. Setiap belanja saya
memborong 120 bungkus snack injritz. Langsung saya titipkan ke tempat yang
sudah biasa saya titipkan.
Selanjutnya
Kain flanel. Kain flanel merupakan kain yang beraneka ragam warnanya, sehingga
kalau dipadukan dengan warna lainnya dapat menghasilkan inovasi bari dari kain
flanel. Penyerupaan pembuatan sesuatu dari kain flanel bisa menghasilkan
kemiripan dengan yang original. Tidak hanya bros saja, tetapi banyak hasil
karya lainnya seperti kotak tisu flanel, celengan flanel, bando flanel, cake
flanel, buah-buahan flanel, gantungan kunci, gantungan handphone flanel dan
masih banyak lagi hasil karya kain flanel.
Teknik
cara pembuatannyapun sangat mudah dan bisa dilakukan oleh kalangan anak-anak
maupun dewasa. Ada yang hanya butuh di jahit dengan tangan baik memakai tusuk
feston maupun tusuk jelujur, lem tembak sebagai lem untuk menyatukan bentuk
hasil falnel. Penambahannya misalnya pita, manik-manik, benang, dan yang lain.
Tergantung dari tujuan pembuat mau membuat apa.
Handicraft
berupa kotak tisu hias cake flanel, moment lebaran kemarin dapat order sampai 3
lusin kotak tisu. Alhamdulillah. Kesemuanya telah di rinci pada proposal bab
III tentang anggaran biaya. Sengaja ku buat pada moment sepeciall Ramadhan,
sebabnya ada background lebaran Idul Fitri. Yang sudah menjadi tradisi untuk
saling bersilaturahmi, sehingga banyak orang mempersiapkan suguhan-suguhan
untuk para tamunya. Dan lebih cantik jika ada sesuatu yang beda di atas
mejanya. Lebih unik nan indah jika hias cake flanel berada diatas meja baik di
hias pada kotak tisu maupun toples-toples.
Hasilnya
saya titipkan ke market-market dan jarang sekali ada kotak tisu hias cake
flanel. Sehingga ini kesempatan saya untuk memperkenalkan dan menguasai
pasaran. Mulai dari Aneka Jaya Market, KAC accessories, Liez Accessories,
Koperasi UIN Walisongo, Safira Market Ajibarang, dan teman-teman mahasiswa.
Lebaran
selanjutnya ingin mengembangkan ide-ide kreatif yang objeknya bukan hanya dari
kotak tisu, tetapi toples-toples dan lain sebagainya. yang lebih menarik lagi
saya bisa menginovasikan sesuatu dari sampah-sampah supaya di kemas menjadi
barang yang bernilai harga. Seperti Dosen Tarbiyah dan Keguruan Islam, namanya
Bu Lianah yang bisa berimajin dengan sampah-sampah yang menghasilkan sesuatu
yang bernilai jual tinggi. Juga guru besar Ekonomi dan Bisnis Islam yakni Ibu
Hj. Mujubatun. Seringnya saya mendatangi beliau untuk sharing-sharing meminta
masukannya dalam pengembangan bisnis yang saya lakukan.
Thanks so
much. This is just short story about me, my flanel, my doughnut, and our
Recycle . akhir kata saya ucapkan maaf jika ada banyak kekurangan dari proposal
dan deskripsi yang saya buat.
=====00000=====
